Sikap dan Keputusan

Akhirnya Ibu Kota

Rezeki sudah diatur, hidup selow aja..

Sedang mencoba mengaplikasikan kalimat diatas, tetiba dapat panggilan kerja dan sudah diterima di Ibu Kota. bingung mau terima atau tidak. karena itu jauh dan tak ada satupun sanak saudara disana, kalau kesana harus benar-benar perhitungan mengenai gaji dan kebutuhan sehari-hari nantinya. Galau tapi harus segera diputuskan. Gini rasanyaa setelah beberapa bulan wisuda kita dihadapi oleh satu permasalahan yang membuat diri untuk segera mendewasa secara cepat hehe karena memutuskan hal ini tidak seperti memutuskan untuk membeli gorengan. Banyak banget pertimbangan yang harus dipikirkan apalagi nanti disana akan tinggal sendiri, segala melakukan sendirian tanpa adanya bantuan dari keluarga atau saudara.

Tapi aku jadi teringat di setiap doaku, Aku ingin menjadi seseorang yang Mandiri dan tak merepotkan siapapun termasuk keluargaku sendiri. Ucapan adalah Doa, kini Allah sedang mengabulkan doaku itu, Ia memberikanku pilihan untuk hidup mandiri atau hidup ketergantungan dan merepotkan orang yang sudah merawatku sedari kecil. seketika aku langsung mengambil keputusan untuk bekerja di Ibu Kota dan mempersiapkan segala kebutuhannya.

Ketidakpastian pernah menghampiriku, sebelum aku memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota. tetapi memang disitulah letak makna kehidupan dan manusia, hanya berjarak antara kepastian dan ketidakpastian. Dari ketidakpastian manusia belajar merasa cemas dan khawatir yang menyebabkan manusia menjadi takut dan penuh harapan, anak muda seperti aku bahkan yang sudah memiliki pekerjaan dengan jangka waktu lama pun tidak menjamin untuk tidak cemas dan tidak takut menghadapi ketidakpastian. Namun, jika hidup ini pasti , manusia tidak akan pernah berteman dengan ragu. Jika hidup ini penuh kepastian, kenapa manusia membuat banyak rencana dan persiapan akan masa depannya, kita seakan takut menjadi gagal di masa depan karena ketidakpastian itu.

Manusia akan sangat sulit berhenti cemas akan ketidakpastian dalam hidup mereka, karena bukan bagian manusia untuk bisa memastikan kehidupan ini.

Kita ini hanyalah bagian dari rasa takut, cemas, kebingungan, khawatir dan ragu. Tapi ada satu hal yang tak boleh dilupakan. Jangan pernah lupa dengan adanya Keyakinan sebuah bagian dari diri manusia yang kadang dilupakan, padahal dengan bagian ini kita dibantu untuk mendapatkan kepastian dan melewati segala rasa cemas dan khawatir. Dengan keyakinan kita diajarkan untuk percaya dengan apa yang kita miliki, keyakinan karena kita punya Tuhan. Dengan keyakinan manusia belajar berpikir besar dan kemudia mempersiapkan hal-hal besar. Menyiapkan diri, menyiapkan menta, menyiapkan hati untuk menerima segala yang tidak pasti dalam hidup.

Bismillah… Aku siap untuk bekerja di Ibu Kota dan merantau seorang diri.

Give me your opinion ***

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s