ASI & MPASI

Ibu Pasti Bisa!

Setelah melahirkan baru sadar, ternyata menjalani peran sebagai seorang ibu bukanlah hal yang mudah apalagi sebagai new mom yang menghadapi newborn baby. Awal kelahiran aku di-galau-kan oleh ASI yang tak kunjung keluar, walaupun perawat bilang kalau itu adalah hal yang biasa terjadi kepada seseorang yang baru saja melahirkan. Stres yang membuat ASI-ku tak kunjung keluar, aku takut anakku nanti akan kelaparan jika aku tidak segera memberikan ASI padahal lambung seorang bayi yang baru lahir masih sangat kecil.

Hari ketiga anakku tiba-tiba demam, sekitar 38 derajat. Wajahnya sangat merah dan ia sangat rewel sekali. Aku bingung, karena pada saat itu aku masih ada di RS dan aku hanya ditemani oleh suamiku saja. Perawat memintaku untuk segera menyusui anakku, tapi karena ASI-ku belum saja keluar aku dan suami memutuskan untuk memberikan sufor kepada anakku. (maafkan Ibumu ini yaa, Nak 😭). Aku merasa menjadi seorang Ibu yang gagal karena tidak bisa memberikan ASI kepada anakku sendiri 😔

bayi usia 3 hari lagi demam tinggi

Alhamdulillah setelah diberikan sufor, demam anakku sedikit demi sedikit menurun dan keesokan harinya anakku sudah diperbolehkan pulang kerumah. Sesampainya dirumah drama menyusui masih tetap berlangsung dan ternyata aku mengalami baby blues. Walaupun itu kadang terlihat sepele, tapi baby blues bisa berdampak negatif bagi ibu maupun bayi dan harus segera ditangani. Ini tanda-tanda ketika aku mengalami baby blues:

  • Aku takut ketika akan menyusui anakku. itu disebabkan karena PD-ku yang sudah mulai lecet dan mengeluarkan nanah.
  • Aku ikut menangis ketika anakku menangis
  • Perasaanku sangat sensitif dan aku bisa menangis dan marah dalam waktu bersamaan
  • Aku membiarkan anakku menangis, karena aku tak tahu harus bagaimana menghadapinya
  • Aku mudah emosi dan tersinggung

Aku mengurusi anakku hanya seorang diri tanpa adanya bantuan dari keluarga lain termasuk ibuku sendiri (karena aku tidak memiliki ibu mertua). Namun aku sangat terbantu oleh suamiku, dia ikut membantu mengerjakan pekerjaan rumah yang lainnya seperti memasak, mencuci, beberes rumah, memandikan bayi yang belum genap 1 bulan dan melayaniku juga. Tapi ketika suamiku harus pergi bekerja aku merasa sangat malang sekali. Disaat waktu luang aku tak sengaja googling mengenai baby blues dan bagaimana cara mengatasinya. Alhamdulillah setelah aku membaca artikel baby blues ini, aku bisa mengatasi permasalahan mengenai baby blues, Sempat waktu itu suamiku sampai rela cuti satu minggu hanya untuk membantuku dirumah dan mengatasi baby bluesku. Alhamdulillah itu berlangsung sekitar 1-2 minggu. Setelah itu aku menjadi lebih rilex dan ajaibnya ASI-ku mengalir deras, walaupun PD-ku masih sakit, namun suami tetap support aku dan selalu menemaniku ketika jam menyusui tiba, ia selalu mengajakku ngobrol dan mengelus punggungku ketika aku kesakitan menyusui si bayi. Setelah aku dan suami dapat mengatasi baby bluesku, sejak itu juga aku langsung menghentikan pemberian sufor kepada anakku. 😊

Ketika aku mengalami baby blues dan ASIku hanya segini padahal udah dipompa sekitar 30 menit.

Setelah drama fase menyusui terlewati, kini aku harus dihadapkan pada fase MPASI. yaps! usia 6 bulan nanti anakku udah mulai MPASI. Fiuhh.. ternyata perjuangan seorang Ibu bukan hanya mengandung dan melahirkan, masih banyak tahap-tahap lain yang harus dilewati seperti tahap MPASI, menyapih, toilet training dan sebagainya. Masuk fase MPASI, aku sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari alat MPASI untuk bayi 6 bulan, Porsi , pemberian MPASI , sampai Menu dan Jadwal MPASI setiap hari aku browsing dan memilih buku yang akan aku jadikan rule dalam pemberian MPASI nanti. Pilihanku jatuh pada buku karya dokter meta, buku-buku karya dokter meta selalu aku jadikan rule mulai dari cara mengurus newborn, menyusui, MPASI sampai usia toddler pun aku masih tetap mengikuti anjuran yang ada di buku. Maklumlah tak ada seorang pun yang bisa aku andalkan selain suamiku dalam mengurus anak, mau tidak mau, suka tidak suka, malas gak malas aku harus rajin membaca karena cuman ilmu yang bisa aku jadikan pegangan dalam mengurus anakku. (beruntunglah buat teman-teman yang masih bisa dekat dengan Ibu dan memiliki Ibu mertua. harus banyak-banyak bersyukur yaaa ☺)

Pertama kali duduk di kursi makan
Di usia 4 bulan udah mulai nyicil peralatan MPASI

Welll… saranku sih untuk peralatan MPASI baiknya dicicil karena ternyata lumayan banyak banget alat tempur buat MPASI dari mulai saringan, sendok, slabber sampe alat masaknya.. sebagian aku masih pakai peralatan yang ada dirumah tapi memang ada beberapa peralatan yang “khusus” untuk pengolahan MPASI, karena dari mulai pengolahan sampai cara pemberian makan harus bener² steril dan bersih (namanya anak bayi baru pertama makan harus prefer banget)

Aku mulai MPASI anakku dengan menu lengkap, menu pertama kali yang aku berikan: Bubur Nasi, Salmon, UB (unsaltedbutter), wortel, sedikit gulgar (untuk memperkaya rasa). Terus aku blander dan aku saring lagi sampai benar² lembut. Dan Untuk pertama kalinya aku kasih cemilan biskuit + buah/yoghurt. Dari awal MPASI untuk cemilannya aku juga udah ngasih yoghurt plain, tujuannya supaya pencernaannya tetep lancar gak sembelit nilai plus lainnya banyak sekali manfaat dalam yoghurt yang gak boleh di sia-siakan untuk anak apalagi di masa golden age nya. Ohh iyaaa kenapa aku kasih menu lengkap? Bukan menu tunggal? dan kenapa aku kasih MPASI anakku di usia 6 bulan bukan 5 bulan, 4 bulan atau lebih dari 6 bulan. seperti yang udah dijelasin sama dokter meta :

capture dari websitenya dokter meta

itu alasannya kenapa dokter meta menyarankan untuk memulai MPASI sebaiknya diberikan menu lengkap bukan menu tunggal “karena tak hanya kebutuhan energi, kebutuhan zat besipun mulai tidak tercukupi hanya dari ASI saja sejak usia 6 bulan. Lihat deh, ASI hanya mencukupi kebutuhan zat besi tak sampai 10%-nya. Kalau sebelum 6 bulan, masih banyak cadangan zat besi dari kandungan, begitu 6 bulan sudah habis semua. Padahal zat besi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak”. paparnya. Menurutku kalau bayi baru pertama kali makan diberikan menu tunggal seperti pisang kerok atau alpuket itu tidak akan memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Usia 6-8 Bulan

Ekspresi pertama kali MPASI

Pada usia itu aku memberikan anakku tekstur MPASI dengan bubur halus (disaring), lembut, namun cukup kental dan setiap bulannya dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar sampai anakku berusia 8 bulan. Untuk menu nya aku selalu mencari resep-resep di google dengan keyword Ide Resep Menu MPASI. Duaarrr!! disana banyak banget varian menu yang bisa kita coba hanya saja disesuaikan dengan tekstur sesuai usia bayi. ohyaa untuk pemakaian gulgar (gula & garam) diperbolehkan kok asal takarannya jangan terlalu banyak aja. Soalnya pengalamanku dulu, aku pernah kasih MPASI tanpa tambahan gulgar, alhasil si bayi auto lepeh dan gamau makan sama sekali huhuhu sedih banget padahal udah berjam-jam siapin MPASI-nya. Sempet ganti menu juga aku pikir dia gasuka menu yang aku buat, dan tetep aja dilepeh tetiba suami nanya “ini pake gulgar gak? kok rasanya hambar banget”. Aku langsung ambil gulgar dan aku tambahin sedikit ke menu MPASI, ajaibbb!! si bayi langsung lahap makannya hahaha ternyata yang namanya bayi tuh sama aja kaya orang dewasa kalau makan tuh pengennya yang ada rasa, bayi gasuka tuh dikasih makanan yang hambar-hambar. Lah wong ASI aja ada rasanya xixixi 😁

Usia 9-11 Bulan

Pada usia ini aku memberikan tekstur MPASI dengan cincang halus atau aku saring kasar dan ditingkatkan semakin kasar sampai makanan bisa dipegang dengan tangan bayi. Pada usia ini aku sudah memberikan beragam cemilan kepada anakku seperti stick kentang keju, martabak nasi, nugget, beragam puding, baby crunch dll. Pada usia ini juga aku sudah mulai mengenalkan makanan pasta pada anakku seperti spagetti, mac n cheese, lasagna. Alhamdulillah setiap makanan yang aku sajikan ia selalu menyantapnya dengan lahap. BTW, gimana nih mengatasi bayi yang gamau makan samsek atau gamau makan nasi? kalau berdasarkan pengalamanku sih, ketika si bayi lagi bosen makan nasi, yang selalu jadi andalanku menu Bitterbalen, nasi martabak, omelete dan sup mie/krim sup. Pokoknya nasi atau kentang yang dikamuflase lah hehe Alhamdulillah dengan cara ini selalu berhasil. Ohiyaaa di usia ini aku juga udah ngajarin anakku untuk makan sendiri, walaupun masih suka blepotan dan di awal-awal makan sendiri terkadang suka dimainin doang alias dimakan cuman sedikit, tapi seiring berjalannya waktu dia mau makan sendiri malahan kalau disuapin agak ogah-ogahan makannya. Walapun setelahnya aku harus bersihin baju dan lap sana sini dibikin repot deh pokoknya tapi semuanya dibayar tunai ketika lihat si bayi udah bisa makan sendiri tanpa harus disuapin di usianya yang belum 1 tahun hehehe

Usia 12 Bulan

Yippiee udah bisa diajak ke restorant

Ini tahap akhir dalam kenaikan tekstur MPASI. Pada usia ini Alhamdulillah anakku sudah bisa ikut makan makanan keluarga, maksudnya apa sih? Makanan yang biasa kita makan sehari-hari yang gak perlu diblender, disaring atau dicincang. Waahh seneng banget, bangeeet bangeeeeeeeeettttt.. masak pun anti ribet karena si bayi udah bisa makan apa yang kita makan hanya saja untuk takaran gulgar sedikit dikurangi alias tidak terlalu pekat rasanya (karena nantinya bakal berpengaruh ke kondisi gigi si bayi). Di usia satu tahun ini aku udah perkenalin dia makan es krim hehe dan di usia ini juga sedikit demi sedikit aku mulai kasih sufor untuk takaran sufornya aku kasih 125ml pagi dan malam sebelum tidur. Usia setahun dia udah terbiasa makan sendiri, tapi terkadang juga aku suka suapin kalau aku merasa dia kurang banyak makannya alias kalau makan sendiri gak habis.

Aku pernah baca suatu artikel yang isinya itu kurang lebih seperti ini:

Jangan menyepelekan pentingnya mengenalkan ragam tekstur makanan pada si kecil, di awal MPASI. Karena kalau salah, efeknya bisa sampai ia besar, salah satunya mengalami masalah makan di usia batita.

YAPSSSS!!! dan itu betul banget, anakku sekarang udah usia 2 tahun dan alhamdulillah gak pernah mengalami masalah makan. Walau sakit dia tetep mau makan meskipun porsinya tidak sebanyak sebelumnya, aku juga selama MPASI jarang banget ngalamin anak susah makan sampe BB nya turun, Alhamdulillah selama ini BB anakku selalu ada di garis hijau alias normal. Kalau lagi makan suka sambil secreenTime (YT/Televisi) gak sih?? Terkadang aku kasih distraksi tapi itu cuman buat makan saja misalnya dia makan sambil nonton, anehnya selalu habis makannya kalau tiap nonton dan setelah selesai makan dia main lagi kaya biasa, entah itu baca buku, main bola, main balok, berantakin kamar dan engga mau secreenTime lagi 😁

Pengaturan Jadwal MPASI dan jadwal tidur itu sangat penting banget, aku awal-awal agak susah ngaturnya karena tiap jam makan datang eh benturan sama jam tidurnya alhasil kadang jadi crancky juga entah itu gamau tidur atau jadi malas makan karena ngantuk. Boleh dicoba nih Jadwal MPASI nya, dulu aku juga ngikutin jadwal itu secara rutin dan konsisten, Alhamdulillah sampe sekarangpun aku masih memakai jadwal itu karena mungkin sudah menjadi kebiasaan juga. Satu hal yang penting pengaturan makan itu harus diperhatiin banget, karena jeda antara makan snack dan makan berat itu minimal 2 jam jedanya supaya pas jam makan berat anak mau makan dengan lahap, mungkin anak yang gak mau makan nasi atau makanan berat ia sudah kenyang terlebih dahulu dengan cemilan-cemilan, makanya gak mau makan deh coba dikasih jeda dulu (buat temen-temen yang punya masalah makan anaknya dicoba aja atur kembali jadwalnya). Dan jangan pernah memaksa anak untuk makan, ini yang nantinya menjadi trauma si anak semakin dipaksa semakin takut ia untuk makan. Satu kuncinya, perasaan kita sebagai seorang Ibu harus tetap tenang supaya energi positifnya terasa oleh anak, dan akhirnya anak mau makan dech 😃

Disiplin itu perlu, mendisiplinkan anak sedari dini itu penting. Apalagi anak usia 0-1 tahun (belum memasuki usia Toddler karena jika anak sudah memasuki usia Toddler akan lebih susah untuk mendisiplinkannya) menurutku ini adalah usia paling baik dalam mendisplinkan anak. Awalnya memang susah dan repot tapi setelah dijalani enak banget rasanya, apalagi sekarang anakku sudah memasuki usia Toddler, dengan rutinitas dan kebiasaan yang selalu ia lakukan sedari kecil membuatku merasa enteng sekali menghadapi si Toddler. Contoh kecil setiap kali jadwal makan ia pasti langsung duduk di kursi makannya sendiri tanpa aku suruh (ini penting, diawal MPASI sebaiknya anak di dudukan di kursi makan, bukan digendong atau dibiarkan jalan sana jalan sini) Itu membuat si anak jadi mengerti kalau makan ya harus duduk dan selesai makan boleh main lagi.

Menjalani peran seorang Ibu memang gak mudah, banyak sekali PR nya. Tapi harus yakin

IBU PASTI BISA!

Bisa melewati masa mengandung dan melahirkan, dengan segala kesakitan dan kebahagiaan yang ada didalamnya.

Bisa melewati masa menyusui dan MPASI, dengan segala drama babyblues, ASI tak kunjung keluar, pejuang ASIP, GTM, BB dibawah garis hijau, Anak susah makan, direpotkan dengan persiapan MPASI, membuat menu-menu untuk MPASI, Dilarang malas membaca dan harus selalu happy walaupun anak susah makan. IBU PASTI BISA melewatinya, karena segala sesuatu akan terlewati dengan mudah ketika kita bisa ikhlas menjalaninya tak banyak keluh sana keluh sini yang membuat hati semakin gundah dan marah.

*PS: peran seorang suami/Ayah sangat amat dibutuhkan, harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam merawat sang buah hati.

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Ibupedia

2 tanggapan untuk “Ibu Pasti Bisa!

Give me your opinion ***

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s