Sikap dan Keputusan

My daughter, My enemy. :(

Sedih gak sih denger taglinenya? Yang dimana seharusnya a daughter itu bisa jadi bestie buat ibunya sendiri. Ini cem mana jadi seperti itu??

Singkat cerita, ia lahir dari keluarga broken home. Broken home kali ini sangat berbeda, perpisahan terjadi ketika ia berusia 5 tahun yang dimana pada usia itu seorang anak sangat membutuhkan sosok kedua orangtua dalam hidupnya, membutuhkan bimbingan, arahan, kasih sayang dan perlindungan dari kedua orangtuanya. Dalam perpisahan kali ini ia sangat tidak diharapkan oleh kedua orangtuanya dan Ia sangat tidak diinginkan oleh kedua orangtuanya. Terbukti ketika mereka berpisah tak ada satu pun yang memperdulikan dia,tak ada yang memperdulikan perasaannya dan tak memperdulikan keinginannya. Mereka begitu saja meninggalkan ia dengan nenek dan kakek nya tanpa memberitahu apa yang sedang terjadi dan yang akan terjadi nantinya.

Beberapa tahun kemudian mereka MENEMUKAN kebahagiaannya sendiri.. mereka kembali menikah dengan seseorang yang mereka yakini dapat membahagiakannya. Ayahnya menikah sebanyak 3x dan gagal sebanyak 2x. dan masing-masing dari pernikahannya dikaruniai 2 orang anak. Sekarang Ayahnya hidup langgeng bersama istrinya yang ke-4 dan dikaruniai 2 orang anak juga yang kini sudah sangat besar dan memasuki sekolah menengah atas dan kuliah.

Ibunya juga menemukan kebahagiaannya bersama seseorang yang ia sangat yakini dapat menyayanginya sepenuh hati dibandingkan dengan mantan suaminya dulu. Ia menikah dan dikaruniai 2 orang anak yang sudah besar. Ketika anak pertamanya masuk sekolah menengah pertama, ia kembali berpisah dengan suaminya dan kembali menikah dengan seseorang yang ia YAKINI KEMBALI dapat membahagiakannya. Namun pernikahan kali ini tidak bertahan lama hanya 1-2 tahun. Setelah berpisah dengan suaminya, Ibunya kembali menjalin hubungan dengan mantan suami yang ke-dua. Kali ini sangat intens bahkan mereka dikabarkan akan rujuk kembali demi anak mereka.

Berbeda dengan kondisi ia. Ibunya selalu membawa serta kedua anaknya kemanapun ibunya pergi bahkan ketika ibunya menikah dengan suaminya yang ketiga. Anaknya masih tetap dibawa, diasuh dan diurus tak sedikitpun ia tinggalkan. Itu disebabkan karena Ibunya sangat menyayangi anak dari hasil pernikahan dengan suaminya yang kedua.

Lalu bagaimana dengannya?? Kedua orangtua nya terlalu fokus untuk menjemput kebahagiaannya sendiri namun mereka lupa bahwa mereka telah mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. Mereka lupa kalau ada hati yang mereka sakiti terlalu dalam yang menimbulkan trauma masa kecil yang sulit untuk disembuhkan. Jangan kan meminta maaf telah meninggalkan, menanyakan kabar saja rasanya tidak pernah. Puluhan taun tidak pernah menanyakan kabar, mau anaknya sakit, susah, senang, mereka gak peduli. Apakah yang seperti itu bisa dikatakan sebagai orang tua?

Ketika mereka bertemu (ia dan ibunya) selalu berdebat dan selalu memasang urat ketika berbicara. Dan sebagai seorang Ibu ia menunjukkan sikap acuh kepada anaknya yg sudah lebih dari 20 tahun ia tinggalkan begitu saja dengan nenek dan kakeknya. Ia selalu berusaha sekuat tenaga untuk memulai komunikasi dengan ibu dan ayahnya namun balasan mereka hanya sekedar emot di WA. Ia selalu berusaha memperdulikan mereka dan berusaha sekuat tenaga memaafkan kesalahan mereka di masa lalu yang tlah meninggalkannya begitu saja tanpa adanya permintaan maaf dan penjelasan. Namun sikap mereka tetap ACUH dan seperti sangat CANGGUNG ketika mengobrol dengannya, canggung? Kenapa harus canggung padahal ia adalah anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. Memang wajar jika canggung karena lebih dari 20 tahun tidak pernah memulai komunikasi secara intens, tapi mau sampai kapan kecanggungan itu berlangsung?

My daughter, my enemy. Anak yang berasa musuh sendiri.. tak ada yang harus diperbaiki dalam komunikasi mereka, karena mereka tidak pernah mencoba untuk memulai berkomunikasi dengan anaknya selama 20 tahun ini. Memulai komunikasi sudah dilakukan oleh anaknya, berbagai cara sudah dicoba tapi selalu berujung KECEWA. terbesit dalam pikiran

Apakah mereka tidak menyadari…

Bahwa ada anak lain yang sangat ingin diperhatikan seperti anak-anaknya yang lain

Bahwa ada anak lain yang sangat ingin bisa berkomunikasi dengannya secara intens seperti anak-anaknya yang lain

Bahwa ada anak lain yang sangat ingin merasakan pelukannya juga karena terlalu kangen setelaah 20 tahun lebih tidak merasakan hangatnya pelukan seorang Ibu dan Ayah

Bagaimana tanggapan kalian mengenai kasus diatas ?

FYI: Sekarang ia sudah sangat kecewa dengan orangtua nya sendiri dan ia memutuskan untuk bersikap biasa saja kepada mereka.. dan tidak berharap lagi untuk bisa dekat dengan mereka. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk dapat berbakti kepada orangtua tanpa harus mengurusnya di usia senja, tanpa harus selalu menemani di usianya yang sudah tua dan tanpa harus memberikan perhatian berlebih.

Give me your opinion ***

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s