Jiwa · menulis · My Notes

KEMBALI NULIS (again)

111111111Salam sapa buat temen-temen semuanyaa … udah lama banget ga nulis, kangeen rasanya sekian lama menghilang dari dunia maya (khususnya sih dunia blog, kalau yang lain masih aktif sih hihihi) blog nya cuman dipantau, bales komen-komen , sesekali blogwalking :D.Kangen banget sama kalian, inget dulu ketika saling lempar-lempar giveaway, sharing bareng, saling bertukar-tukar informasi, penghargaan-penghargaan yang pernah didapet, kopdar 😀

Entah rupa kalian seperti apa, atau sifat kalian seperti apa,  atau mungkin karakter kalian seperti apa, kalian tinggal dimana, apa kalian pernah masuk TV, apa kalian seorang komedian, atau mungkin juga salah satu dari kalian sudah jadi konglomerat atau punya suami pejabat hihihi. Dan masa kangen dengan kalian itu ada. Entah kenapa kalian pernah membuat hidup saya lebih berwarna dan bahkan pernah sesekali saya dibuat ketawa sendiri di depan laptop dengan kejailan kalian dikomentar. Ada juga yang sengaja membuat tulisan dengan menyertakan sumbernya (saya) di akhir ceritanya –> ini sebenarnya beban buat saya sendiri, karena saya pun masih belajar. Bukan males untuk menulis, tapi saya kadang takut bikin tulisan, apa tulisan saya bakal asik dibaca oleh temen-temen? hmmmm Lanjutkan membaca “KEMBALI NULIS (again)”

Iklan
Jiwa · Motivasi · Tadabur

Cepat Gagal. Lebih Cepat Sukses

Kalo ngelihat dari tagline judulnya, saya yakin bahwa sebagian besar orang yang membacanya akan berpikir bahwa pernyataan tersebut udah nggak up to date lagi. Udah kuno, ketinggalan zaman, udah banyak yang sering membicarakan tentang hal tersebut, tapi yang namanya hidup di dunia yang keras ini kita emang harus selalu saling mengingatkan. Ibaratnya seperti pisau yang semakin diasah yah semakin tajam. 🙂

He wasn’t able to speak until he was almost 4 years old and his teachers said he would never amount to much. -Albert Einstein-

Lanjutkan membaca “Cepat Gagal. Lebih Cepat Sukses”

Jiwa · Motivasi · Muhasabah Diri

Removing Memory

bSaya ingat pertama kali berandai-andai bisa menghapus memori, ketika saya pertama kali bermain monopoli. Selama berbulan-bulan saya terus memainkannya bersama saudara dan teman. Rasa asik dan penasaran sangat terasa pada saat memainkannya pertama kali. Hingga saya mulai hapal semua isi di kartu kesempatan dan dana umum, hahahaha lalu bosan dan mulai berandai-andai kembali. Seandainya saya bisa menghapus memori, tentu saya bisa merasakan sensasi seru seperti memainkannya pertama kali. Seandainya saya bisa menghapus memori, saya pasti bisa menikmatinya berulang kali. Sama hal nya seperti bekerja. Seandainya saya bisa menghapus memori, saya pasti tidak akan merasakan kejenuhan dalam menjalaninya dan saya bisa merasakan semangatnya bekerja seperti hari pertama hehehehe….
Lanjutkan membaca “Removing Memory”