Pernikahan · Sikap dan Keputusan

Wanita Karir / IRT ? It’s your choice (versi IRT)

Ini yang selalu menjadi perdebatan ketika akan melangkah ke jenjang yang lebih serius (pernikahan) setiap pasangan pasti akan membahas mengenai ini. Apakah istrinya akan diam dirumah untuk mengurus rumah, suami dan anak namun bagaimana caranya agar tetap produktif atau mengizinkan istrinya untuk tetap berkarir diluar sana dan meminta bantuan kepada orang lain untuk mengurus rumah dan anak. Karena notabene nya seorang wanita yang sudah menikah tidak akan bisa sekaligus mengurus rumah, suami dan anak namun tetap berkarir. Akan ada yang dikorbankan salah satunya, entah itu masalah pekerjaan rumah, masalah mengurus anak, masalah waktu dengan suami dan keluarga, masalah pekerjaan yang mengharuskan lembur tiap hari. Sebab itu, jika ada wanita yang memilih tetap berkarir dan menjadi IRT, ia pasti akan meminta bantuan entah itu kepada Ibunya sendiri, adiknya, atau menyewa pengasuh/ART. It’s your choice

Lanjutkan membaca “Wanita Karir / IRT ? It’s your choice (versi IRT)”
Sikap dan Keputusan

Uncomfortzone

Hidup itu pilihan, suka atau gak suka, mau atau gak mau, yaa harus tetap memilih. Memilih satu yang dianggap terbaik tanpa melupakan resiko-resiko yang harus di hadapi nantinya.

Berada di zona nyaman memang sangat mengasyikan, menyenangkan dan membuat hidup terasa sangat mudah dan enteng. Gak sedikit orang-orang memilih untuk tetap tinggal di zona nyaman mereka tanpa mereka tahu harus berapa lama mereka tetap stay di zona nyamannya atau segera keluar dan berani mengambil segala resiko yang ada. Memang perlu keberanian yang sangat luar biasa untuk melepaskan diri dari zona nyaman, perlu kesiapan mental yang matang setelah keluar dari zona nyaman dan perlu menutup telinga rapat-rapat agar tidak mendengarkan banyak ucapan-ucapan yang membuat langkah tersandung atau bahkan menghentikan langkah kaki. Ini yang aku lakukan ketika aku berani untuk melangkah keluar dari zona nyaman.

Lanjutkan membaca “Uncomfortzone”
Sikap dan Keputusan

Rasa Itu…

Tak ada satu orang pun yang tidak pernah merasakan penyesalan. Penyesalan selalu datang diakhir, ya karena memang tujuannya agar kita tahu bahwa skenario Allah itu indah. Sangat indah. Penyesalan bagaikan air mata yang menetes, kamu gak akan bisa mengembalikan air mata itu pada asalnya. Penyesalan bagaikan roti yang sudah kamu makan, karena kamu gak akan pernah bisa mengembalikannya seperti semula. Penyesalan harus ada tepinya, penyesalan ahrus ada batasnya dan penyesalan harus ada akhirnya.

Lanjutkan membaca “Rasa Itu…”
Sikap dan Keputusan

Akhirnya Ibu Kota

Rezeki sudah diatur, hidup selow aja..

Sedang mencoba mengaplikasikan kalimat diatas, tetiba dapat panggilan kerja dan sudah diterima di Ibu Kota. bingung mau terima atau tidak. karena itu jauh dan tak ada satupun sanak saudara disana, kalau kesana harus benar-benar perhitungan mengenai gaji dan kebutuhan sehari-hari nantinya. Galau tapi harus segera diputuskan. Gini rasanyaa setelah beberapa bulan wisuda kita dihadapi oleh satu permasalahan yang membuat diri untuk segera mendewasa secara cepat hehe karena memutuskan hal ini tidak seperti memutuskan untuk membeli gorengan. Banyak banget pertimbangan yang harus dipikirkan apalagi nanti disana akan tinggal sendiri, segala melakukan sendirian tanpa adanya bantuan dari keluarga atau saudara.

Lanjutkan membaca “Akhirnya Ibu Kota”